Entri Populer

Rabu, 04 Desember 2013

7 ciri pemimpin yang baik

Menjadi pemimpin tidaklah mudah. Apalagi untuk menjadi pemimpin yang baik. Seorang pemimpin kerap dipandang sempurna oleh para bawahannya. Sedikit salah, bisa jadi bahan omongan anak buahnya.
Padahal menjadi orang yang sempurna yang tak pernah salah jelas mustahil. Yang bisa adalah upaya untuk terus memperbaiki diri agar menjadi pemimpin yang lebih baik.
Lantas seperti apakah pemimpin yang baik? Apakah ciri-ciri pemimpin yang baik? Dan bagaimana menjadi pemimpin yang baik?
Pemimpin yang baik diukur dari tindakannya, bukan sekedar pandai berteori, namun miskin pelaksanaan. Untuk menjadi pemimpin yang baik, coba terapkan hal-hal berikut ini pada diri anda.
  1. Kembangkan setiap karyawan. Setiap pemimpin yang baik selalu mengembangkan karyawannya. Dengan SDM yang kuat, tujuan yang ingin dicapai perusahaan pun akan lebih mudah dicapai. sebab itulah pemimpin yang hebat selalu mengembangkan anak buahnya.
  2. Sikap positif dan menginspirasi. Pemimpin itu harus selalu punya sikap positif. Ini penting agar tim anda tetap termotivasi. Menciptakan suasana yang positif juga sangat baik untuk meningkatkan produktivitas tim anda.
  3. Mampu mendelegasi. Delegasi tugas amat penting bagi seorang pemimpin. Pemimpin harus bisa mendelegasikan tugasnya pada orang yang tepat. Agar pemimpin bisa belajar untuk mempercayai timnya. Selain itu agar pemimpin bisa fokus mengerjakan tugas yang lebih penting.
  4. Komunikasi. Kemampuan komunikasi amat penting bagi seorang pemimpin. Sehingga pesan yang disampaikan bisa jelas. Kemampuan berkomunikasi yang jelas ini juga penting agar pemimpin bisa menyelarasakan semua anggota timnya menuju tujuan yang diinginkan.
  5. Cepat menangani masalah. Ketika muncul masalah, segera seorang pemimpin mencari jalan pemecahannya. Agar masalah itu cepat tertangani dan mendapat solusinya. Sehingga masalah yang muncul tak sampai berlarut-larut.
  6. Humoris. Seorang pemimpin yang hebat itu biasanya juga dilengkapi dengan sense of humor yang baik. Mereka bisa membuat timnya tetap tertawa sekalipun mungkin sedang dilanda masalah. Ini penting agar masalah yang timbul tidak menjadi beban, namun tetap bisa diselesaikan dengan hati senang.
  7. Percaya diri. Seorang pemimpin yang baik itu punya rasa percaya diri yang baik. Di saat-saat genting sekalipun, seorang pemimpin bisa mengangkat moral timnya sehingga masalah yang muncul bisa diatasi dengan baik.
Itulah tujuh ciri pemimpin yang baik. Ada yang mau menambahkan? :)
http://www.jokosusilo.com/2013/05/19/7-ciri-pemimpin-yang-baik/

Sabtu, 02 November 2013

sejarah firqoh sesat "SYIAH"

  Index  

Sejarah Munculnya Syi’ah

a.Kapan Syi’ah Muncul?

Syi’ah sebagai pengikut Ali bin Abi Thalib a.s. (imam pertama kaum Syi’ah) sudah muncul sejak Rasulullah SAWW masih hidup. Hal ini dapat dibuktikan dengan realita-realita berikut ini:
Pertama, ketika Rasulullah SAWW mendapat perintah dari Allah SWT untuk mengajak keluarga terdekatnya masuk Islam, ia berkata kepada mereka: “Barang siapa di antara kalian yang siap untuk mengikutiku, maka ia akan menjadi pengganti dan washiku setelah aku meninggal dunia”. Tidak ada seorang pun di antara mereka yang bersedia untuk mengikutinya kecuali Ali a.s. Sangat tidak masuk akal jika seorang pemimpin  pergerakan --di hari pertama ia memulai langkah-langkahnya--memperkenalkan penggantinya setelah ia wafat kepada orang lain dan tidak memperkenalkanya kepada para pengikutnya yang setia. Atau ia mengangkat seseorang untuk menjadi penggantinya, akan tetapi, di sepanjang masa aktifnya pergerakan tersebut ia tidak memberikan tugas sedikit pun kepada penggantinya dan memperlakukannya sebagaimana orang biasa. Keberatan-keberatan di atas adalah bukti kuat bahwa Imam Ali a.s. setelah diperkenalkan sebagai pengganti dan washi Rasulullah SAWW di hari pertama dakwah, memiliki misi yang tidak berbeda dengan missi Rasulullah SAWW dan orang yang mengikutinya berarti ia juga mengikuti Rasulullah SAWW.
Kedua, berdasarkan riwayat-riwayat mutawatir yang dinukil oleh Ahlussunnah dan Syi’ah, Rasulullah SAWW pernah bersabda bahwa Imam Ali a.s. terjaga dari setiap dosa dan kesalahan, baik dalam ucapan maupun perilaku. Semua tindakan dan perilakunya sesuai dengan agama Islam dan ia adalah orang yang paling tahu tentang Islam.
Ketiga, Imam Ali a.s. adalah sosok figur yang telah berhasil menghidupkan Islam dengan pengorbanan-pengorbanan yang telah lakukannya. Seperti, ia pernah tidur di atas ranjang Rasulullah SAWW di malam peristiwa lailatul mabit ketika Rasulullah SAWW hendak berhijrah ke Madinah dan kepahlawannya di medan perang Badar, Uhud, Khandaq dan Khaibar. Seandainya pengorbanan-pengorbanan tersebut tidak pernah dilakukannya, niscaya Islam akan sirna di telan gelombang kebatilan.
Keempat, peristiwa Ghadir Khum adalah puncak keistimewaan yang dimiliki oleh Imam Ali a.s. Sebuah peristiwa --yang seandainya dapat direalisasikan sesuai dengan kehendak Rasulullah SAWW-- akan memberikan warna lain terhadap Islam. Semua keistimewaan dan keistimewaan-keistimewaan lain yang diakui oleh Ahlussunnah bahwa semua itu hanya dimiliki oleh Imam Ali a.s. secara otomatis akan menjadikan sebagian pengikut Rasulullah SAWW yang memang mencintai kesempurnaan dan hakikat, akan mencintai Imam Ali a.s. dan lebih dari itu, akan menjadi pengikutnya. Dan tidak menutup kemungkinan bagi sebagian pengikutnya yang memang memendam rasa dengki di hati kepada Imam Ali a.s., untuk membencinya meskipun mereka melihat ia telah berjasa dalam mengembangkan dan menjaga Islam dari kesirnaan.

b.Mengapa Minoritas Syi’ah berpisah dari mayoritas Ahlussunnah?

Dengan melihat keistimewaan dan kedudukan yang dimiliki oleh Imam Ali a.s., para pengikutnya meyakini bahwa ia adalah satu-satunya sahabat yang berhak untuk menggantikan kedudukan Rasulullah SAWW setelah ia wafat. Keyakinan ini menjadi semakin mantap setelah peristiwa “kertas dan pena” yang terjadi beberapa hari sebelum ia meninggal dunia. Akan tetapi, kenyataan bericara lain. Ketika Ahlul Bayt a.s. dan para pengikut setia mereka sedang sibuk mengurusi jenazah Rasulullah SAWW untuk dikebumikan, mayoritas sahabat yang didalangi oleh sekelompok sahabat yang memiliki kepentingan-kepentingan pribadi dengan Islam, berkumpul di sebuah balai pertemuan yang bernama Saqifah Bani Sa’idah guna menentukan khalifah pengganti Rasulullah SAWW. Dan dengan cara dan metode keji, para dalang “permainan” ini menentukan Abu Bakar sebagai khalifah pertama muslimin.
Setelah para pengikut Imam Ali a.s. yang hanya segelintir selesai mengebumikan jenazah Rasulullah SAWW, mereka mendapat berita bahwa khalifah muslimin telah dipilih. Banyak pengikut Imam Ali a.s. seperti Abbas, Zubair, Salman, Abu Dzar, Ammar Yasir dan lain-lain yang protes atas pemilihan tersebut dan menganggapnya tidak absah. Yang mereka dengar hanyalah alasan yang biasa dilontarkan oleh orang ingin membela diri. Mereka hanya berkata: “Kemaslahatan muslimin menuntut demikian”.
Protes minoritas inilah yang menyebabkan mereka memisahkan diri dari mayoritas masyarakat yang mendominasi arena politik kala itu. Dengan demikian, terwujudlah dua golongan di dalam tubuh masyarakat muslim yang baru ditinggal oleh pemimpinnya. Akan tetapi, pihak mayoritas yang tidak ingin realita itu diketahui oleh para musuh luar Islam, mereka mengeksposkan sebuah berita kepada masyarakat bahwa pihak minoritas itu adalah penentang pemerintahan yang resmi. Akibatnya, mereka dianggap sebagai musuh Islam.
Meskipun adanya tekanan-tekanan dari kelompok mayoritas, kelompok minoritas ini masih tetap teguh memegang keyakinannya bahwa kepemimpinan adalah hak Imam Ali a.s. setelah Rasulullah SAWW meninggal dunia. Bukan hanya itu, dalam menghadapi segala problema kehidupan, mereka hanya merujuk kepada Imam Ali a.s. untuk memecahkannya, bukan kepada pemerintah. Meskipun demikian, berkenaan dengan problema-problema yang menyangkut kepentingan umum, mereka tetap bersedia untuk ikut andil memecahkannya. Banyak problema telah terjadi yang tidak dapat dipecahkan oleh para khalifah, dan Imam Ali a.s. tampil aktif dalam memecahkannya.

c. Penyelewengan pada Masa Tiga Khalifah

Pada masa kepemimpinan tiga khalifah pertama muslimin, banyak terjadi penyelewengan-penyelewengan dilakukan oleh mereka dalam menjalankan pemerintahan yang tidak sesuai dengan rel Islam dan sunnah Rasulullah SAWW. Diamnya pemerintah atas pembunuhan yang telah dilakukan oleh Khalid bin Walid terhadap Malik bin Nuwairah yang berlanjut dengan pemerkosaan terhadap istrinya, pembagian harta baitul mal yang tidak merata sehingga menimbulkan perbedaan strata masyarakat kaya dan miskin, penghapusan dua jenis mut’ah yang sebelumnya pernah berlaku pada masa Rasulullah SAWW, penghapusan khumus dari orang-orang yang berhak menerimanya, pelarangan penulisan hadis-hadis Rasulullah SAWW, pelarangan mengucapkan hayya ‘alaa khairil ‘amal dalam azan, pemberian harta dan dukungan istimewa kepada Mu’awiyah sehingga ia dapat berkuasa di Syam dengan leluasa, dan lain sebagainya, semua itu adalah bukti jelas penyelewengan dan kepincangan yang terjadi pada masa tiga khalifah pertama. Semua itu jelas terjadi sehingga orang yang berpikiran jernih dan tidak dipengaruhi oleh fanatisme mazhab akan dapat menerimanya dengan menelaah buku-buku sejarah yang otentik.
Setelah Utsman bin Affan, Khalifat ketiga muslimin dibunuh oleh para “pemberontak” yang tidak rela dengan kinerjanya selama ia memegang tampuk khilafah, masyarakat dengan serta merta memilih Imam Ali a.s. secara aklamasi untuk memegang tampuk khilafah. Di antara Muhajirin yang pertama kali berbai’at dengannya adalah Thalhah dan Zubair. Hal ini terjadi pada tahun 5 H. Sangat disayangkan kekhilafahannya hanya berjalan sekitar 4 tahun 5 bulan, masa yang sangat sedikit untuk mengadakan sebuah perombakan dan reformasi mendasar.
Begitu ia menjadi khalifah, khotbah pertama yang dilontarkannya adalah sebagai berikut: “Ketahuilah bahwa segala kesulitan yang pernah kalian alami di masa-masa pertama Rasulullah SAWW diutus menjadi nabi, sekarang akan kembali menimpa kalian. Sekarang orang-orang yang memiliki keahlian dan selama ini disingkirkan harus memiliki kedudukan yang layak dan orang-orang yang tidak becus harus disingkirkan dari kedudukan yang telah diberikan kepada mereka dengan tidak benar”.
Ia mengadakan perombakan-perombakan secara besar-besaran, baik di bidang birokrasi maupun bidang pembagian harta baitul mal. Ia mengganti semua gubernur daerah yang telah ditunjuk oleh para khalifah sebelumnya dengan orang-orang yang layak untuk memegang tampuk tersebut dan membagikan harta baitul mal dengan sama rata di antara masyarakat. Hal ini menyebabkan sebagian sahabat sakit hati. Tentunya mereka yang merasa dirugikan oleh metode Imam Ali a.s. tersebut. Hal itu dapat kita pahami dalam peristiwa-peristiwa berdarah berikut:
Faktor utama perang Jamal adalah rasa sakit hati Thalhah dan Zubair karena hak mereka --sebagai sahabat senior-- dari harta baitul mal merasa dikurangi dan disamaratakan dengan masyarakat umum. Dengan alasan ingin menziarahi Ka’bah, mereka masuk ke kota Makkah dan menemui A’isyah yang memiliki hubungan tidak baik dengan Imam Ali a.s. demi mengajaknya memberontak atas pemerintahan yang sah. Slogan yang mereka gembar-gemborkan untuk menarik perhatian opini umum adalah membalas dendam atas kematian Utsman. Padahal, ketika Utsman dikepung oleh para “pemberontak” yang ingin membunuhnya, mereka ada di Madinah dan tidak sedikit pun usaha yang tampak dari mereka untuk membelanya. A’isyah sendiri adalah orang pertama dan paling bersemangat mensupport masyarakat untuk membunuhnya. Ketika ia mendengar Utsman telah terbunuh, ia mencelanya dan merasa bahagia karena itu.
Faktor utama perang Shiffin adalah rasa tamak Mu’awiyah atas khilafah, karena ia telah disingkirkan oleh Imam Ali a.s. dari kursi kegubernuran Syam. Perang ini berlangsung selama 1,5 tahun yang telah memakan banyak korban tidak bersalah. Slogan Mu’awiyah di perang adalah membalas dendam atas kematian Utsman juga. Padahal, selama Utsman dalam kepungan para “pemberontak”, ia meminta bantuan dari Mua’wiyah yang bercokol di Syam demi membasmi mereka. Dengan satu pleton pasukan lengkap, Mu’awiyah berangkat dari Syam ke arah Madinah. Akan tetapi, di tengah perjalanan mereka sengaja memperlambat jalannya pasukan sehingga Utsman terbunuh. Setelah mendengar Utsman terbunuh, mereka kembali ke Syam dan kemudian bergerak kembali menuju ke Madinah dengan slogan “membalas dendam atas kematian Utsman”. Akhirnya pecahlah Shiffin.
Anehnya, ketika Imam Ali a.s. syahid dan Mu’awiyah berhasil memegang tampuk khilafah, mengapa ia tidak mendengung-dengungkan kembali slogan “membalas dendam atas kematian Utsman”?
Setelah perang Shiffin berhasil dipadamkan, perang Nahrawan berkecamuk. Faktornya adalah ketidakpuasan sebagian sahabat yang disulut oleh Mu’awiyah atas pemerintahan Imam Ali a.s. dan atas hasil perdamaian yang dipaksakan oleh mereka sendiri terhadap Imam Ali a.s. yang menghasilkan pencabutannya dari kursi khilafah dan penetapan Mu’awiyah sebagai khalifah muslimin. Tapi akhirnya, Imam Ali a.s. juga berhasil memadamkan api perang tersebut.
Tidak lama berselang dari peristiwa Nahrawan, Imam Ali a.s. syahid dengan kepala yang mengucurkan darah akibat tebasan pedang Abdurrahman bin Muljam di mihrab masjid Kufah.

d. Keberhasilan-keberhasilan Pemerintahan Imam Ali a.s.

Meskipun Imam Ali a.s. tidak berhasil memapankan kembali situasi masyarakat Islam yang sudah bobrok itu secara sempurna, akan tetapi, dalam tiga segi ia dapat dikatakan berhasil:
Pertama, dengan kehidupan sederhana yang dimilikinya, ia berhasil menunjukkan kepada masyarakat luas, khususnya para generasi baru, metode hidup Rasulullah SAWW yang sangat menarik dan pantas untuk diteladani. Hal ini berlainan sekali dengan kehidupan Mu’awiyah yang serba mewah. Ia a.s. tidak pernah mendahulukan kepentingan keluarganya atas kepentingan umum.
Kedua, dengan segala kesibukan dan problema sosial yang dihadapinya, ia masih sempat meninggalkan warisan segala jenis ilmu pengetahuan yang berguna bagi kehidupan masyarakat dan dapat dijadikan sebagai penunjuk jalan untuk mencapai tujuan hidup insani yang sebenarnya. Ia mewariskan sebelas ribu ungkapan-ungkapan pendek dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan rasional, sosial dan keagamaan. Ia adalah pencetus tata bahasa Arab dan orang pertama yang mengutarakan pembahasan-pembahasan filosofis yang belum pernah dikenal oleh para filosof kaliber kala itu. Dan ia juga orang pertama dalam Islam yang menggunakan argumentasi-argumentasi rasional dalam menetapkan sebuah pembahasan filosofis.
Ketiga, ia berhasil mendidik para pakar agama Islam yang dijadikan sumber rujukan dalam bidang ilmu ‘irfan oleh para ‘arif di masa sekarang, seperti Uwais Al-Qarani, Kumail bin Ziyad, Maitsam At-Tammar dan Rusyaid Al-Ĥajari.

e.Masa Sulit bagi Kaum Syi’ah

Setelah Imam Ali a.s. syahid di mihrab shalatnya, masyarakat waktu itu membai’at Imam Hasan a.s. untuk memegang tampuk khilafah. Setelah ia dibai’at, Mu’awiyah tidak tinggal diam. Ia malah mengirim pasukan yang berjumlah cukup besar ke Irak sebagai pusat pemerintahan Islam waktu itu untuk mengadakan peperangan dengan pemerintahan yang sah. Dengan segala tipu muslihat dan iming-iming harta yang melimpah, Mu’wiyah berhasil menipu para anggota pasukan Imam Hasan a.s. dan dengan teganya mereka meninggalkannya sendirian. Melihat kondisi yang tidak berpihak kepadanya dan dengan meneruskan perang Islam akan hancur, dengan terpaksa ia harus mengadakan perdamaian dengan Mu’awiyah. (Butir-butir perjanjian ini dapat dilihat di sejarah 14 ma’shum a.s.)
Setelah Mu’awiyah berhasil merebut khilafah dari tangan Imam Hasan a.s. pada tahun 40 H., --sebagaimana layaknya para pemeran politik kotor-- ia langsung menginjak-injak surat perdamaian yang telah ditandatanganinya. Dalam sebuah kesempatan ia pernah berkata: “Aku tidak berperang dengan kalian karena aku ingin menegakkan shalat dan puasa. Sesungguhnya aku hanya ingin berkuasa atas kalian, dan aku sekarang telah sampai kepada tujuanku”.
Dengan demikian, Mu’awiyah ingin menghidupkan kembali sistem kerajaan sebagai ganti dari sistem khilafah sebagai penerus kenabian. Hal ini diperkuat dengan diangkatnya Yazid, putranya sebagai putra mahkota dan penggantinya setelah ia mati.
Mua’wiyah tidak pernah memberikan kesempatan kepada para pengikut Syi’ah untuk bernafas dengan tenang. Setiap ada orang yang diketahui sebagai pengikut Syi’ah, ia akan langsung dibunuh di tempat. Bukan hanya itu, setiap orang yang melantunkan syair yang berisi pujian terhadap keluarga Ali a.s., ia akan dibunuh meskipun ia bukan pengikut Syi’ah. Tidak cukup sampai di sini saja, ia juga memerintahkan kepada para khotib shalat Jumat untuk melaknat dan mencerca Imam Ali a.s. Kebiasaan ini berlangsung hingga masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz pada tahun 99-101 H.
Masa pemerintahan Mu’awiyah (selama 20 tahun) adalah masa tersulit bagi kaum Syi’ah di mana mereka tidak pernah memiliki sedikit pun kesempatan untuk bernafas.
Mayoritas pengikut Ahlussunnah menakwilkan semua pembunuhan yang telah dilakukan oleh para sahabat, khususnya Mu’awiyah itu dengan berasumsi bahwa mereka adalah sahabat Nabi SAWW dan semua perilaku mereka adalah ijtihad yang dilandasi oleh hadis-hadis yang telah mereka terima darinya. Oleh karena itu, semua perilkau mereka adalah benar dan diridhai oleh Allah SWT. Seandainya pun mereka salah dalam menentukan sikap dan perilaku, mereka akan tetap mendapatkan pahala berdasarkan ijtihad tang telah mereka lakukan.
Akan tetapi, Syi’ah tidak menerima asumsi di atas dengan alasan sebagai berikut:
Pertama, tidak masuk akal jika seorang pemimpin yang ingin menegakkan kebenaran, keadilan dan kebebasan dan mengajak orang-orang yang ada si sekitarnya untuk merealisasikan hal itu, setelah tujuan yang diinginkannya itu terwujudkan, ia merusak sendiri cita-citanya dengan cara memberikan kebebasan mutlak kepada para pengikutnya, dan segala kesalahan, perampasan hak orang lain dengan segala cara, serta tindakaan-tindakan kriminal yang mereka lakukan dimaafkan.
Kedua, hadis-hadis yang “menyucikan” para sahabat dan membenarkan semua perilaku non-manusiwi mereka berasal dari para sahabat sendiri. Dan sejarah membuktikan bahwa mereka tidak pernah memperhatikan hadis-hadis di atas. Mereka saling menuduh, membunuh, mencela dan melaknat. Dengan bukti di atas, keabsahan hadis-hadis di atas perlu diragukan.
Mu’awiyah menemui ajalnya pada tahun 60 H. dan Yazid, putranya menduduki kedudukannya sebagai pemimpin umat Islam. Sejarah membuktikan bahwa Yazid adalah sosok manusia yang tidak memiliki kepribadian luhur sedikit pun. Kesenangannya adalah melampiaskan hawa nafsu dan segala keinginannya. Dengan latar belakangnya yang demikian “cemerlang”, tidak aneh jika di tahun pertama memerintah, ia tega membunuh Imam Husein a.s., para keluarga dan sahabatnya dengan dalih karena mereka enggan berbai’at dengannya. Setelah itu, ia menancapkan kepala para syahid tersebut di ujung tombak dan mengelilingkannya di kota-kota besar; Di tahun kedua memerintah, ia mengadakan pembunuhan besar-besaran di kota Madinah dan menghalalkan darah, harta dan harga diri penduduk Madinah selama tiga hari kepada para pasukannya; Di tahun ketiga memerintah, ia membakar Ka’bah, kiblat muslimin.
Setelah masa Yazid dengan segala kebrutalannya berlalu, Bani Marwan yang masih memiliki hubungan keluarga dengan Bani Umaiyah menggantikan kedudukannya. Mereka pun tidak kalah kejam dan keji dari Yazid. Mereka berhasil berkuasa selama 70 tahun dan jumlah khalifah dari dinasti mereka adalah sebelas orang. Salah seorang dari mereka pernah ingin membuat sebuah kamar di atas Ka’bah dengan tujuan untuk melampiaskan hawa nafsunya di dalamnya ketika musim haji tiba.
Dengan melihat kelaliman yang dilakukan oleh para khalifah waktu itu, para pengikut Syi’ah makin kokoh dalam memegang keyakinan mereka. Di akhir-akhir masa kekuasaan Bani Umaiyah, mereka dapat menunjukkan kepada masyarakat dunia bahwa mereka masih memilliki eksistensi dan mampu untuk melawan para penguasa lalim. Di masa keimamahan Imam Muhammad Baqir a.s. dan belum 40 tahun berlalu dari terbunuhnya Imam Husein a.s., para pengikut Syi’ah yang berdomisili di berbagai negara dengan memanfaatkan kelemahan pemerintahan Bani Umaiyah karena tekanan-tekanan dari para pemberontak yang tidak puas dengan perilaku mereka, datang ke Madinah untuk belajar dari Imam Baqir a.s. Sebelum abad ke-1 H. usai, beberapa pembesar kabilah di Iran membangun kota Qom dan meresmikannya sebagai kota pemeluk Syi’ah. Beberapa kali para keturunan Imam Ali a.s. karena tekanan yang dilakukan oleh Bani Umaiyah atas mereka, mengadakan pemberontakan-pemberontakan melawan penguasa dan perlawanan mereka --meskipun mengalami kekalahan-- sempat mengancam keamanan pemerintah. Realita ini menunjukkan bahwa eksistensi Syi’ah belum sirna.
Dikarenakan kelaliman dinasti Bani Umaiyah yang sudah melampui batas, opini umum sangat membenci dan murka terhadap mereka. Setelah dinasti mereka runtuh dan penguasa terkahir mereka (Marwan ke-2 yang juga dikenal dengan sebutan Al-Himar, berkuasa dari tahun 127-132 H.) dibunuh, dua orang putranya melarikan diri bersama keluarganya. Mereka meminta suaka politik kepada berbagai negara, dan mereka enggan memberikan suaka politik kepada para pembunuh keluarga Rasulullah SAWW tersebut. Setelah mereka terlontang-lantung di gurun pasir yang panas, mayoritas mereka binasa karena kehausan dan kelaparan. Sebagian yang masih hidup pergi ke Yaman, dan kemudian dengan berpakaian compang-camping ala pengangkat barang di pasar-pasar mereka berhasil memasuki kota Makkah. Di Makkah pun mereka tidak berani menampakkan batang hidung, mungkin karena malu atau karena sebab yang lain.

f.   Syi’ah Pada Abad Ke-2 H.

Di akhir-akhir sepertiga pertama abad ke-2 H., karena kelaliman dinasti Bani Umaiyah, muncul sebuah pemberontakan dari arah Khurasan, Iran dengan mengatasnamakan Ahlu Bayt a.s. Pemberontakan ini dipelopori oleh seorang militer berkebangsaan Iran yang bernama Abu Muslim Al-Marwazi. Dengan syiar ingin membalas dendam atas darah Ahlu Bayt a.s., ia memulai perlawanannya terhadap dinasti Bani Umaiyah. Banyak masyarakat yang tergiur dengan syiar tersebut sehingga mereka mendukung pemberontakannya. Akan tetapi, pemberontakan ini tidak mendapat dukungan dari Imam Shadiq a.s. Ketika Abu Muslim menawarkan kepadanya untuk dibai’at sebagai pemimpin umat, ia menolak seraya berkata: “Engkau bukanlah orangku dan sekarang bukan masaku untuk memberontak”.
Setelah mereka berhasil merebut kekuasaan dari tangan Bani Umaiyah, di hari-hari pertama berkuasa mereka memperlakukan para keturunan Imam Ali a.s. dengan baik, dan demi membalas dendam atas darah mereka yang telah dikucurkan, mereka membunuh semua keturunan Bani Umaiyah. Bahkan, mereka menggali kuburan-kuburan para penguasa Bani Umaiyah untuk dibakar jenazah mereka. Tidak lama berlalu, mereka mulai mengadakan penekanan-penekanan serius terhadap para keturunan Imam Ali a.s. dan para pengikut mereka serta orang-orang yang simpatik kepada mereka. Abu Hanifah pernah dipenjara dan disiksa oleh Manshur Dawaniqi dan Ahmad bin Hanbal juga pernah dicambuk olehnya. Imam Shadiq a.s. setelah disiksa dengan keji, dibunuh dengan racun dan para keturunan Imam Ali a.s. dibunuh atau dikubur hidup-hidup.
Kesimpulannya, kondisi para pengikut Syi’ah pada masa berkuasanya dinasti Bani Abasiah tidak jauh berbeda dengan kondisi mereka pada masa dinasti Bani Umaiyah.

g.Syi’ah Pada Abad Ke-3 H.

Dengan masuknya abad ke-3 H., para pengikut Syi’ah Imamiah mendapatkan kesempatan baru untuk mengembangkan missi mereka. Mereka dapat menikmati sedikit keleluasaan untuk mengembangkan dakwah di berbagai penjuru. Faktornya adalah dua hal berikut:
Pertama, banyaknya buku-buku berbahasa Yunani dan Suryani dalam bidang filsafat dan ilmu pengetahuan yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, dan masyarakat bersemangat untuk memperlajari ilmu-ilmu rasional dengan antusias. Di samping itu, peran Ma`mun Al-Abasi (195-218 H.) juga tidak patut dilupakan. Ia menganut mazhab Mu’tazilah yang sangat mendorong para pengikutnya untuk mengembangkan dan mempelajari argumentasi-argumentasi rasional. Oleh karena itu, ia memberikan kebebasan penuh kepada para pemikir dan teolog setiap agama untuk menyebarkan teologi dan keyakinan mereka masing-masing. Para pengikut Syi’ah tidak menyia-siakan kesempatan ini. Mereka mengembangkan jangkauan mazhab Syi’ah ke berbagai penjuru kota dan mengadakan dialog dengan para pemimpin agama lain demi mengenalkan keyakinan mazhab Syi’ah kepada khalayak ramai.
Kedua, Ma`mun Al-Abasi mengangkat Imam Ridha a.s. sebagai putra mahkota. Dengan ini, para keturunan Imam Ali a.s. dan sahabat mereka terjaga dari jamahan  tangan para penguasa, dan menemukan ruang gerak yang relatif bebas.
Akan tetapi, kondisi ini tidak berlangsung lama. Karena setelah semua itu berlalu, politik kotor dinasti Bani Abasiyah mulai merongrong para keturunan Imam Ali a.s. dan pengikut mereka kembali. Khususnya pada masa Mutawakil Al-Abasi (232-247 H.). Atas perintahnya, kuburan Imam Husein a.s. di Karbala` diratakan dengan tanah.

h.Syi’ah Pada Abad ke-4 H.

Pada abad ke-4 H., dengan melemahnya kekuatan dinasti Bani Abasiyah dan kuatnya pengaruh para raja dinasti Alu Buyeh yang menganut mazhab Syi’ah di Baghdad (pusat khilafah Bani Abasiyah kala itu), terwujudlah sebuah kesempatan emas bagi para penganut Syi’ah untuk mengembangkan mazhab mereka dengan leluasa. Dengan demikian, --menurut pendapat para sejarawan--mayoritas penduduk jazirah Arab, seperti Hajar, Oman, dan Sha’dah, kota Tharablus, Nablus, Thabariah, Halab dan Harat menganut mazhab Syi’ah kecuali mereka yang berdomisili di kota-kota besar. Antara kota Bashrah sebagai pusat mazhab Ahlussunnah dan kota Kufah sebagai pusat mazhab Syi’ah selalu terjadi gesekan-gesekan antar mazhab. Tidak sampai di situ, penduduk kota Ahvaz dan Teluk Persia di Iran juga memeluk mazhab Syi’ah.
Di awal abad ini, seorang mubaligh yang bernama Abu Muhammad Hasan bin Ali bin Hasan bin Ali bin Umar bin Ali bin Imam Husein a.s. yang dikenal dengan sebutan Nashir Uthrush (250-320 H.) melakukan aktifitas dakwahnya di Iran Utara dan berhasil menguasai Thabaristan. Lalu ia membentuk sebuah kerajaan di sana. Sebelumnya, Hasan bin Yazid Al-Alawi juga pernah berkuasa di daerah itu.
Pada abad ini juga tepatnya tahun 296-527 H., dinasti Fathimiyah yang menganut mazhab Syi’ah Isma’iliyah berhasil menguasai Mesir dan mendirikan kerajaan besar di sana.
Sangat sering terjadi gesekan-gesekan antar mazhab di kota-kota seperti Bahgdad, Bashrah dan Nisyabur antara mazhab Ahlusunnah dan Syi’ah, dan di mayoritas gesekan antar mazhab tersebut, Syi’ah berhasil menang dengan gemilang.

i.    Syi’ah Pada Abad ke-5 hingga Abad ke-9 H.

Dari abad ke-5 hingga abad ke-9 H., sistematika perkembangan mazhab Syi’ah tidak jauh berbeda dengan sistematika perkembangannya pada abad ke-4. Perkembangannya selalu didukung oleh kekuatan pemerintah yang memang menganut mazhab Syi’ah. Di akhir abad ke-5 H., mazhab Syi’ah Isma’iliyah berkuasa di Iran selama kurang lebih satu setengah abad dan ia dapat menyebarkan ajaran-ajaran Syi’ah dengan leluasa. Dinasti Al-Mar’asyi bertahun-tahun berkuasa di Mazandaran, Iran. Setelah masa mereka berlalu, dinasti Syah Khudabandeh, silsilah kerajaan Mongol memeluk dan menyebarkan mazhab Syi’ah. Dan kemudian, raja-raja dari dinasti Aaq Quyunlu dan Qareh Quyunlu yang berkuasa di Tabriz dan kekuasaan mereka terbentang hingga ke daerah Kerman serta dinasti Fathimiyah di Mesir berhasil menyebarkan mazhab Syi’ah ke seluruh masyarakat ramai.
Akan tetapi, hal itu tidak berlangsung lama. Setelah dinasti Fathimiyah mengalami kehancuran dan dinati Alu Ayyub berkuasa, para pengikut Syi’ah mulai terikat kembali dan mereka tidak bebas menyebarkan mazhab mereka. Banyak para tokoh Syi’ah yang dipenggal kepalanya pada masa itu. Seperti Syahid Awal dan seorang faqih kenamaan Syi’ah, Muhammad bin Muhammad Al-Makki dipenggal kepalanya pada tahun 786 H. di Damaskus karena tuduhan menganut mazhab Syi’ah, dan Syeikh Isyraq, Syihabuddin Sahruwardi dipenggal kepalanya di Halab karena tuduhan mengajarkan filsafat.

j.   Syi’ah Pada Abad ke-10 hingga ke-11 H.

Pada tahun 906 H., Syah Isma’il Shafawi yang masih berusia 13 tahun, salah seorang keturunan Syeikh Shafi Al-Ardabili (seorang syeikh thariqah di mazhab Syi’ah dan meninggal pada tahun 153 H.), ingin mendirikan sebuah negara Syi’ah yang mandiri. Akhirnya, ia mengumpulkan para Darwisy pengikut kakeknya dan mengadakan pemberontakan dimulai dari daerah Ardabil dengan cara memberantas sistem kepemimpinan kabilah yang dominan kala itu dan membebaskan seluruh daerah Iran dari cengkraman dinasti Utsmaniyah dengan tujuan supaya Iran menjadi negara yang tunggal. Dan ia berhasil mewujudkan cita-citanya tersebut sehingga sebuah kerajaan Syi’ah Imamiah terbentuk dan berdaulat kala itu. Setelah ia meninggal dunia, kerajaannya diteruskan oleh putra-putranya. Mazhab Syi’ah kala itu memiliki legistimasi hukum yang sangat kuat sehingga semua organ pemerintah menganut mazhab Syi’ah. Pada masa kecemerlangan dinasti Shafawiyah di bawah pimpinan Syah Abbas yang Agung, kuantitas pengikut Syi’ah mencapai dua kali lipat penduduk Iran pada tahun 1384 H.

k.  Syiah Pada Abad ke-12 hingga ke-14 H.

Di tiga abad terakhir ini, mazhab Syi’ah berkembang dengan sangat pesat, khususnya setelah ia menjadi mazhab resmi Iran setelah kemenangan Revolusi Islam. Begitu juga di Yaman dan Irak, mayoritas penduduknya memeluk mazhab Syi’ah. Dapat dikatakan bahwa di setiap negara yang penduduknya muslim, akan ditemukan para pemeluk Syi’ah. Di masa sekarang, diperkirakan bahwa pengikut Syi’ah di seluruh dunia berjumlah 300.000 .000 lebih.

Rabu, 14 Agustus 2013

Wawan dan Ade dihantui arwah Sisca

MERDEKA.COM. Ini bukan cerita horor bohongan. Tapi ini adalah pengakuan sungguhan dari dua tersangka pembunuhan yang merasa dihantui arwah korbannya. Meskipun urusan kebenaran hanya pelaku sendiri yang tahu. Kisah ini dialami Wawan dan Ade, tersangka pembunuhan Branch Manajer PT Verena Multi Finance, Fransisca Yofie.

Wawan yang merupakan paman dari Ade, mengaku tak bisa tidur nyenyak setelah menghabisi Sisca. Dalam pelariannya usai membunuh manajer cantik itu, dia mengaku selalu dibayangi arwah Sisca. Bahkan saat hendak ke Ciranjang, Jawa Barat, dia ingin mengadu ke temannya bahwa Sisca selalu membayang-bayangi kesehariannya.

Bukan ucapan selamat datang, Wawan malah diusir oleh temannya untuk mengakui perbuatannya. "Pengakuan Wawan sendiri bahwa memang selama ini selalu dibayang-bayangi oleh almarhum Sisca," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Sutarno di Mapolrestabes Bandung, Senin (12/8).

Wawan pun terus didera rasa ketakutan mendalam. Hingga pada akhirnya polisi membekuk pada Minggu (11/8) kemarin saat tengah membonceng istrinya, L. Saat ini L masih berstatus saksi. "Belum ada keterlibatan jadi statusnya masih saksi," ungkapnya.

Pengakuan mirip juga dituturkan Ade. Kepada wartawan, dia mengaku tidak tenang setelah pembunuhan itu. Dia didera ketakutan karena bayang-bayang Sisca terus menguntitnya. Mereka menjadi tidak enak makan. Bahkan ketika hendak tidur, Ade seperti melihat Sisca. "Saya merasa diikuti arwahnya terus," ujarnya.

Ade kemudian menceritakan pengalamannya itu kepada kakek dan istrinya di rumah. Kakeknya yang bernama Ahri lantas memarahi Ade. Begitu juga dengan istrinya. Kedua anggota keluarganya itu meminta Ade menyerahkan diri ke polisi.

Pengalaman Ade dikuntit bayang-bayang Sisca sebelumnya juga dituturkan Kakeknya, Ahri (65). "Setelah kejadian itu, cucu saya (A) tiga hari gak makan. Seperti orang linglung (bingung). Ia mondar-mandir gak jelas, makan pun tidak," terangnya saat ditemui di kawasan Sukamulya, Kecamatan Sukajadi, Minggu (11/8).

Melihat gerak gerik cucunya yang tidak biasanya, Ahri mencoba berbincang dan menanyakan keadaan cucunya tersebut. Dari sana terungkap bahwa kegelisahan cucunya karena terlibat penjambretan bersama pamannya atau anak Ahri, Wawan.

Mendengar cerita Ade, Ahri langsung menyarankan cucunya untuk menyerahkan diri ke kantor polisi Sukajadi. Ahri mengatakan, usai mengetahui kejadian itu, Wawan yang merupakan anak keduanya dari enam orang anak ini sudah pergi mengendarai motor yang digunakan untuk kejahatan .

Namun selang beberapa hari kemudian W berhasil ditangkap. Keduanya kini meringkuk di tahanan Polrestabes Bandung dan diancam hukuman mati.



Sumber: Merdeka.com

Amal Ibadah yang Paling Dicintai Allah

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra : Rasulullah Saw pernah bersabda, “perbuatan yang engkau lakukan tidak akan menyelamatkan engkau dari api neraka”, mereka berkata, “bahkan engkau sendiri ya Rasulullah?” Nabi Muhammad Saw bersabda, “bahkan aku sendiri, kecuali Allah melindungiku dengan kasih dan rahmatNya. Oleh karena itu lakukanlah perbuatan baik sepatut mungkin, setulus mungkin, sedapat mungkin dan beribadahlah kepada Allah pada pagi dan sore hari, pada sebagian dari malam hari dan bersikaplah al-qashd (mengambil pertengahan dan melaksanakannnya secara tetap) karena dengan cara itulah kamu akan mencapai (surga)”.


Diriwayatkan dari Aisyah ra : seseorang bertanya kepada Nabi Muhammad Saw, “apakah amal (ibadah) yang paling dicintai Allah?” Nabi Muhammad Saw bersabda,” amal (ibadah) yang dilakukan secara tetap meskipun sedikit”


http://hadits-albukhari.blogspot.com/2010/03/amal-ibadah-yang-paling-dicintai-allah.html

Senin, 04 Juni 2012

Ukhti fillah, masihkah kau tidak ingin berjilbab?

Renungan buat Muslimah yang belum ingin menutup auratnya dengan Hijab
Beralasan belum siap berjilbab karena yang penting hatinya dulu diperbaiki?
Kami jawab, ”Hati juga mesti baik. Lahiriyah pun demikian. Karena iman itu mencakup amalan hati, perkataan dan perbuatan. Hanya pemahaman keliru yang menganggap iman itu cukup dengan amalan hati ditambah perkataan lisan tanpa mesti ditambah amalan lahiriyah. Iman butuh realisasi dalam tindakan dan amalan”
Beralasan belum siap berjilbab karena mengenakannya begitu gerah dan panas?
Kami jawab, ”Lebih mending mana, panas di dunia karena melakukan ketaatan ataukah panas di neraka karena durhaka?” Coba direnungkan!
Beralasan lagi karena saat ini belum siap berjilbab?
Kami jawab, ”Jika tidak sekarang, lalu kapan lagi? Apa tahun depan? Apa dua tahun lagi? Apa jika sudah keriput dan rambut ubanan? Inilah was-was dari setan supaya kita menunda amalan baik. Mengapa mesti menunda berhijab? Dan kita tidak tahu besok kita masih di dunia ini ataukah sudah di alam barzakh, bahkan kita tidak tahu keadaan kita sejam atau semenit mendatang. So … jangan menunda-nunda beramal baik. Jangan menunda-nunda untuk berjilbab.”
Perkataan Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berikut seharusnya menjadi renungan:
“Jika engkau berada di waktu sore, maka janganlah menunggu pagi. Jika engkau berada di waktu pagi, janganlah menunggu waktu sore. Manfaatkanlah masa sehatmu sebelum datang sakitmu dan manfaatkanlah hidupmu sebelum datang matimu.” (HR. Bukhari no. 6416). Hadits ini menunjukkan dorongan untuk menjadikan kematian seperti berada di hadapan kita sehingga bayangan tersebut menjadikan kita bersiap-siap dengan amalan sholeh.
Allah Ta’ala berfirman,
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59)
Subhanallah..
Masihkah kamu ragu wahai Ukhti fillah untuk menutup kemolekan tubuhmu dengan hijab? masihkah?  Ingatlah, sesungguhnya api neraka akan membakar tubuh yang kau sajikan untuk lelaki hidung belang, kau bisa beralasan ini dan itu, Demi Allah, sesungghnya, kita tak akan mampu menebak kapan nyawa ini akan diambil oleh Malaikat Maut! Innalillahi waa inna ialaihi rojiun..
(arrahmah.com)

Kisah Gubernur dan Wanita Jelata

Seorang Gubernur pada zaman Khalifah Al-Mahdi, pada suatu hari mengumpulkan sejumlah tetangganya dan menaburkan uang dinar dihadapan mereka. Semuanya saling berebut memunguti uang itu dengan sukacita. Kecuali seorang wanita kumal, berkulit hitam dan berwajah jelek. Ia terlihat diam saja tidak bergerak, sambil memandangi para tetangganya yang sebenarnya lebih kaya dari dirinya, tetapi berbuat seolah-olah mereka orang-orang yang kekurangan harta.Dengan keheranan sang Gubernur bertanya,
“Mengapa engkau tidak ikut memunguti uang dinar itu seperti tetangga engkau?”
Janda bermuka buruk itu menjawab, “Sebab yang mereka cari uang dinar sebagai bekal dunia. Sedangkan yang saya perlukan bukan dinar melainkan bekal akhirat.”
“Maksud engkau?”tanya sang Gubernur mulai tertarik akan kepribadian perempuan itu.
“Maksud saya, uang dunia sudah cukup. Yang masih saya perlukan adalah bekal akhirat, yaitu sholat, puasa dan zikir. Sebab perjalanan di dunia amat pendek dibanding dengan pengembaraan di akhirat yang panjang dan kekal.”
Dengan jawapan seperti itu, sang Gubernur merasa telah disindir tajam. Ia insyaf, dirinya selama ini hanya sibuk mengumpulkan harta benda dan melalaikan kewajiban agamanya. Padahal kekayaannya melimpah ruah, tak kan habis dimakan keluarganya sampai tujuh keturunan. Sedangkan umurnya sudah di atas setengah abad, dan Malaikat Maut sudah mengintainya.
Akhirnya sang Gubernur jatuh cinta kepada perempua lusuh yang berparas jelek itu. Kabar itu tersebar ke segenap pelosok negeri. Orang-orang besar tak habis fikir, bagaimana seorang gubernur menaruh hati kepada perempuan jelata bertampang jelek itu.
Maka pada suatu kesempatan, diundanglah mereka oleh Gubernur dalam sebuah pesta mewah. Juga para tetangga, termasuk wanita yang membuat heboh tadi. Kepada mereka diberikan gelas crystal yang bertahtakan permata, berisi cairan anggur segar. Gubernur lantas memerintah agar mereka membanting gelas masing-masing. Semuanya terbengong dan tidak ada yang mau menuruti perintah itu. Namun, tiba-tiba terdengar bunyi berdenting, pertanda ada orang gila yang melaksanakan perintah itu. Itulah si perempuan berwajah buruk tadi. Di kakinya pecahan gelas berhamburan sampai semua orang tampak terkejut dan keheranan.
Gubernur lalu bertanya, “Mengapa kau banting gelas itu?”
Tanpa takut wanita itu menjawab, “Ada beberapa sebab.Pertama, dengan memecahkan gelas ini berarti berkurang kekayaan Tuan. Tetapi, menurut saya hal itu lebih baik daripada wibawa Tuan berkurang lantaran perintah Tuan tidak dipatuhi.” Gubernur terkesima. Para tamunya juga kagum akan jawaban yang masuk akal itu.
Sebab lainnya?” tanya Gubernur. Wanita itu menjawab, “Kedua, saya hanya menaati perintah Allah. Sebab di dalam Al-Quran, Allah memerintahkan agar kita mematuhi Allah, Utusan-Nya, dan para penguasa. Sedangkan Tuan adalah penguasa, atau ulil amri, maka dengan segala resikonya saya laksanakan perintah Tuan.” Gubernur kian takjub. Demikian pula para tamunya.
“Masih ada sebab lain?”
Perempuan itu mengangguk dan berkata, “Ketiga, dengan saya memecahkan gelas itu, orang-orang akan menganggap saya gila. Namun, hal itu lebih baik buat saya. Biarlah saya dicap gila daripada tidak melakukan perintah Gubernurnya, yang berarti saya sudah berbuat durhaka. Tuduhan saya gila, akan saya terima dengan lapang dada daripada saya dituduh durhaka kepada penguasa saya. Itu lebih berat buat saya.”
Maka ketika Gubernur yang telah ditinggal mati oleh istrinya itu melamar lalu menikahi perempuan bertampang jelek dan hitam legam itu, semua yang mendengar bahkan berbalik sangat gembira karena Gubernur memperoleh jodoh seorang wanita yang tidak saja taat kepada suami, tetapi juga taat kepada Tuhannya, kepada Nabinya, dan kepada gubernurnya.
SUBHANALLAH,Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah ini.

Jagoan wanita di zaman Rasulullah SAW – Nusaibah si Jago Pedang

Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam yang mulia berdiri di puncak bukit Uhud dan memandang musuh yang merangsek maju mengarah pada dirinya. Beliau memandang ke sebelah kanan dan tampak olehnya seorang perempuan mengayun-ayunkan pedangnya dengan gagah perkasa melindungi dirinya. Beliau memandang ke kiri dan sekali lagi beliau melihat wanita tersebut melakukan hal yang sama – menghadang bahaya demi melindungi sang pemimpin orang-orang beriman.
Kata Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam kemudian, “Tidaklah aku melihat ke kanan dan ke kiri pada pertempuran Uhud kecuali aku melihat Nusaibah binti Ka’ab berperang membelaku.”
Memang Nusaibah binti Ka’ab Ansyariyah demikian cinta dan setianya kepada Rasulullah sehingga begitu melihat junjungannya itu terancam bahaya, dia maju mengibas-ngibaskan pedangnya dengan perkasa sehingga dikenal dengan sebutan Ummu Umarah, adalah pahlawan wanita Islam yang mempertaruhkan jiwa dan raga demi Islam termasuk ikut dalam perang Yamamah di bawah pimpinan Panglima Khalid bin Walid sampai terpotong tangannya. Ummu Umarah juga bersama Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam dalam menunaikan Baitur Ridhwan, yaitu suatu janji setia untuk sanggup mati syahid di jalan Allah.
Nusaibah adalah satu dari dua perempuan yang bergabung dengan 70 orang lelaki Ansar yang berbaiat kepada Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam. Dalam baiat Aqabah yang kedua itu ia ditemani suaminya Zaid bin Ahsim dan dua orang puteranya: Hubaib dan Abdullah. Wanita yang seorang lagi adalah saudara Nusaibah sendiri. Pada saat baiat itu Rasulullah menasihati mereka, “Jangan mengalirkan darah denga sia-sia.”
Dalam perang Uhud, Nusaibah membawa tempat air dan mengikuti suami serta kedua orang anaknya ke medan perang. Pada saat itu Nusaibah menyaksikan betapa pasukan Muslimin mulai kocar-kacir dan musuh merangsek maju sementara Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam berdiri tanpa perisai. Seorang Muslim berlari mundur sambil membawa perisainya, maka Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam berseru kepadanya, “berikan perisaimu kepada yang berperang.” Lelaki itu melemparkan perisainya yang lalu dipungut oleh Nusaibah untuk melindungi Nabi.
Ummu Umarah sendiri menuturkan pengalamannya pada Perang Uhud, sebagaimana berikut: “…saya pergi ke Uhud dan melihat apa yang dilakukan orang. Pada waktu itu saya membawa tempat air. Kemudian saya sampai kepada Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam yang berada di tengah-tengah para sahabat. Ketika kaum muslimin mengalami kekalahan, saya melindungi Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam, kemudian ikut serta di dalam medan pertempuran. Saya berusaha melindungi Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam dengan pedang, saya juga menggunakan panah sehingga akhirnya saya terluka.”
Ketika ditanya tentang 12 luka ditubuhnya, Nusaibah menjawab, “Ibnu Qumaiah datang ingin menyerang Rasulullah ketika para sahabat sedang meninggalkan baginda. Lalu (Ibnu Qumaiah) berkata, ‘mana Muhammad? Aku tidak akan selamat selagi dia masih hidup.’ Lalu Mushab bin Umair dengan beberapa orang sahabat termasuk saya menghadapinya. Kemudian Ibny Qumaiah memukulku.”
Rasulullah juga melihat luka di belakang telinga Nusaibah, lalu berseru kepada anaknya, “Ibumu, ibumu…balutlah lukanya! Ya Allah, jadikanlah mereka sahabatku di surge!” Mendengar itu, Nusaibah berkata kepada anaknya, “Aku tidak perduli lagi apa yang menimpaku di dunia ini.”
Subhanallah, sungguh setianya beliau kepada baginda Rasulullah Shallallahu alaihi Wassalam.
” SPONSOR”
Untuk para sahabat yang ingin penghasilan halal dan modal Punya Handphone & bisa ber-sms (program ini tidak memotong pulsa dan tidak mengharuskan transfer uang)
. Silakan bergabung bersama saya. Klik http://www.topdeh.com

Kisah Sebutir Telur dan Sepotong Dendeng

Pada sebuah senja dua puluh tahun yang lalu, terdapat seorang pemuda yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir di depan sebuah rumah makan cepat saji di kota metropolitan, menunggu sampai tamu di restoran sudah agak sepi, dengan sifat yang segan dan malu-malu dia masuk ke dalam restoran tersebut. “Tolong sajikan saya semangkuk nasi putih.” Dengan kepala menunduk pemuda ini berkata kepada pemilik rumah makan. Sepasang suami istri muda pemilik rumah makan, memperhatikan pemuda ini hanya meminta semangkuk nasi putih dan tidak memesan lauk apapun. Lalu mereka menghidangkan semangkuk penuh nasi putih untuknya.

Ketika pemuda ini menerima nasi putih dan membayar ia berkata dengan pelan: “Dapatkah Bapak menyiram sedikit kuah sayur di atas nasi saya?” Istri pemilik restoran berkata sambil tersenyum: “Silahkan, ambil kuah sayur mana saja yang engkau suka, tidak perlu bayar!” Pemuda ini berpikir : “Di restoran ini, kuah sayur gratis.” Lalu ia memesan semangkuk lagi nasi putih. “Semangkuk tidak cukup anak muda, kali ini saya akan berikan lebih banyak lagi nasinya.” Dengan tersenyum ramah pemilik restoran berkata kepada pemuda ini. “Bukan, untuk dibawa pulang, besok saya akan membawanya ke sekolah sebagai bekal makan siang saya!” Mendengar perkataan pemuda ini, pemilik restoran berpikir pemuda ini tentu dari keluarga miskin diluar kota, demi menuntut ilmu datang ke kota untuk menempuh pendidikan, mencari uang sendiri untuk sekolah, kesulitan dalam keuangan itu sudah pasti. Pemilik restoran lalu menaruh sepotong daging dan sebutir telur disembunyikan dibawah nasi, kemudian membungkus nasi tersebut.

Sepintas terlihat hanya sebungkus nasi putih saja. Dan memberikan kepada pemuda ini. Melihat perbuatannya, istrinya paham jika suaminya sedang membantu pemuda ini, hanya dia tidak mengerti, kenapa daging dan telur disembunyikan di bawah nasi. Suaminya kemudian membisik kepadanya: “Jika pemuda ini melihat kita menaruh lauk di atas nasinya dia tentu akan merasa bahwa kita bersedekah kepadanya, harga dirinya pasti akan tersinggung dan lain kali dia tidak akan datang lagi. Jika dia ke tempat lain dan hanya membeli semangkuk nasi putih, dari mana ada gizi untuk bersekolah.” “Engkau sungguh baik hati, sudah menolong orang masih menjaga harga dirinya.” “Jika saya tidak baik, apakah engkau akan menjadi istriku?” sambut suaminya dengan senyum hangat. Sepasang suami istri muda ini merasa gembira dapat membantu orang lain. “Terima kasih, saya sudah selesai makan.”

Pemuda ini pamit kepada mereka. Ketika dia sudah mengambil bungkusan nasinya, dia membalikan badan melihat dengan pandangan mata berterima kasih kepada mereka. “Besok singgah lagi, engkau harus tetap bersemangat!” kata pemilik restoran sambil melambaikan tangan, dalam perkataannya bermaksud mengundang pemuda ini, besok jangan segan-segan datang lagi. Sepasang mata pemuda ini berkaca-kaca terharu, mulai saat itu setiap sore pemuda ini singgah kerumah makan mereka, sama seperti biasa setiap hari hanya memakan semangkuk nasi putih dan membawa pulang sebungkus lagi untuk bekal keesokan hari. Sudah pasti nasi yang dibawa pulang setiap hari terdapat lauk berbeda yang tersembunyi setiap hari, sampai pemuda ini tamat sekolah.

Setelah tamat sekolah, selama 20 tahun pemuda ini tidak pernah muncul lagi di restoran tersebut karena sudah bekerja di kota lain. Pada suatu hari, ketika suami ini sudah berumur 50 tahun lebih, pemerintah melayangkan sebuah surat bahwa rumah makan mereka harus digusur. Suami istri ini tiba-tiba kehilangan mata pencaharian. Dan mengingat anak mereka yang disekolahkan di luar negeri yang perlu biaya setiap bulan, membuat suami istri ini berpelukan menangis dengan panik. Pada saat ini masuk seorang pemuda yang memakai pakaian bermerek kelihatannya seperti direktur dari kantor yang bagus. “Apa kabar? Saya adalah wakil direktur dari sebuah perusahaan. Saya diperintahkan oleh direktur kami mengundang kalian membuka kantin di perusahaan kami. Perusahaan kami telah menyediakan semuanya. Kalian hanya perlu membawa koki dan “keahlian” kalian kesana, keuntungannya akan dibagi dua dengan perusahaan.” “Siapakah direktur diperusahaan Anda? Dan mengapa ia begitu baik terhadap kami? Saya tidak pernah mengenal seorang yang begitu mulia!” sepasang suami istri ini berkata dengan terheran-heran. “Kalian adalah penolong dan kawan baik direktur kami! Direktur kami paling suka makan telur dan dendeng buatan kalian, hanya itu yang saya tahu. Yang lain setelah kalian bertemu dengannya dapat bertanya kepadanya.”

Akhirnya, pemuda yang hanya memakan semangkuk nasi putih ini muncul. Setelah bersusah payah selama 20 tahun akhirnya pemuda ini dapat membangun kerajaaan bisnisnya dan sekarang menjadi seorang direktur yang sukses untuk kerajaan bisnisnya.

Dia merasa kesuksesan pada saat ini adalah berkat bantuan sepasang suami istri ini. Jika mereka tidak membantunya dia tidak mungkin akan dapat menyelesaikan kuliahnya dan menjadi sesukses sekarang. Setelah berbincang-bincang, suami istri ini pamit hendak meninggalkan kantornya. Pemuda ini berdiri dari kursi direkturnya dan dengan membungkuk dalam-dalam berkata kepada mereka: “Bersemangat ya! Di kemudian hari perusahaan tergantung kepada kalian, sampai bertemu besok!”

Kebaikan hati dan balas budi selamanya dalam kehidupan manusia adalah suatu perbuatan indah dan yang paling mengharukan. Bisa jadi salah satu kebaikan yang pernah Anda tunjukkan akan bermanfaat di kemudian hari. Jangan berhenti untuk berbuat baik terhadap sesama.

Selasa, 29 Mei 2012

PROFIL: Manchester City, Klub Manchester Biru

















Presiden : Khaldoon Al Mubarak
Manajer : Mark Hughes

Meski nama Manchester City sendiri baru dipakai pada musim 1893/94, sejarah City dapat ditelusuri hingga 1880 saat Anna Connel dan dua petugas tata tertib gereja St. Mark mendirikan klub St. Marks (West Gorton). Setelah pindah ke Hyde Road di Ardwick pada 1887, nama pun berganti ke Ardwick AFC untuk melambangkan markas baru mereka. Kesulitan keuangan membuat adanya restrukturisasi klub Divisi Dua pada waktu itu menjadi Manchester City hingga kini.

Periode tersukses klub terjadi pada akhir 1960-an dan awal 1970-an saat mereka dilatih oleh Joe Mercer dan asistennya Malcolm Allison dan diperkuat oleh pemain hebat seperti Colin Bell dan Francis Lee. 1976 menjadi tahun terakhir mereka merebut gelar bergengsi, bahkan sempat terdegradasi dua kali dalam tiga tahun pada era 1990-an yang membuat mereka terjerembab ke kasta ketiga sepakbola Inggris.

Gelar prestisius pertama mereka diraih pada 23 April 1904, saat menundukkan Bolton Wanderers 1-0 di final Piala FA, tetapi City gagal merebut gelar ganda di Liga, setelah hanya puas menjadi runner-up. Tuduhan kecurangan dalam keuangan membuat 17 pemain mereka hengkang pada 1906, termasuk kapten Billy Meredith menyeberang ke Manchester United. Tragedi lain terjadi pada 1920 lewat kebakaran di Hyde Road, dan memaksa mereka pindah ke Maine Road, tak jauh dari Old Trafford.

Sejarah seperti terulang bagi the Sky Blues pada era 1930-an dan 1950-an, saat mereka masuk dua final Piala FA beruntun, namun hanya sukses pada kesempatan kedua dalam setiap era. Gelar kedua Piala FA diraih pada 1934, dan final 1956, saat mereka juga membawa pulang piala kompetisi tertua itu, menjadi final paling terkenal sepanjang masa karena kiper Bert Trautmann terus bermain meski lehernya patah dan tak ada satu pun yang tahu.

Dua gelar Divisi Satu juga menjadi koleksi the Citizens, yang dianggap sebagai salah satu tim paling tak konsisten di Inggris. Gelar pertama direbut pada 1937, tetapi naas, mereka terdegradasi musim selanjutnya meski mencetak paling banyak gol musim itu. Sementara itu, gelar kedua direbut dalam zaman keemasan pada musim 1976/68.

Musim panas 1965 menjadi awal kebangkitan City, saat mengangkat duet Joe Mercer dan Malcolm Allison. Mereka pun langsung promosi ke Divisi Satu sebagai juara Divisi Dua pada musim pertama sekaligus membeli Mike Summerbee dan Colin Bell. Dua musim berikutnya, mereka meraih gelar Divisi Satu, diikuti dengan Piala FA pada 1969, Piala Winners dan Piala Liga 1970, sekaligus tim Inggris kedua yang meraih gelar Eropa dan domestik dalam satu musim.

Pertandingan terakhir musim 1973/74 mungkin akan selalu dikenang oleh fans City, saat mantan pemain Manchester United Denis Law mencetak gol tunggal kemenangan 1-0 di Old Trafford sekaligus membuat United terdegradasi. Namun sayang, Piala Liga 1976 menjadi akhir dari era paling sukses di klub ini, sekaligus mengawali era paceklik gelar bergengsi hingga saat ini.

Malcolm Allison sempat memberi harapan saat menjadi manajer untuk kedua kalinya pada 1979, namun hanya mampu membuang uang dengan membeli pemain gagal seperti Steve Daley. Manajer timnas Thailand Peter Reid sempat memberi harapn dengan membawa mereka ke peringkat kelima Divisi Satu dua kali secara beruntun pada 1980-an meski sempat dua kali terdegradasi pada 1983 dan 1987.

City menjadi klub yang terlibat dalam musim pertama Liga Primer Inggris pada 1992, dan selanjutnya terpuruk, dan menjadi klub dengan gelar Eropa pertama yang tersungkur ke kasta ketiga sepakbola Inggris. Sungguh ironis. Masuknya Kevin Keegan pada awal abad ke-21 memberikan harapan semu, meski mantan manajer Newcastle itu sempat memecahkan rekor poin dan gol yang dicetak dalam satu musim saat menjadi juara Divisi Satu (kasta kedua) pada musim 2001/02.

Musim 2002/03 menjadi musim terakhir City di Maine Road, sebelum mereka mengajukan aplikasi untuk pindah ke stadion City of Manchester, yang sebelumnya didirikan untuk Pekan Olahraga Persemakmuran 2002, dan renovasi £35 juta dibutuhkan untuk membuat stadion itu layak menggelar pertandingan kelas dunia. Barcelona mendapat kehormatan sebagai tim tamu dalam pertandingan ujicoba untuk meresmikan stadion, dan Nicolas Anelka menjadi pencetak gol pertama dalam kemenangan 2-1.

Pembelian oleh Sheikh Mansour asal Abu Dhabi, yang diikuti dengan pengangkatan Khaldoon Al-Mubarak sebagai presiden, memberikan secercah harapan melalui dukungan dana mereka yang seakan tak ada habisnya. Pembelian sensasional Robinho dari Real Madrid pada menit-menit akhir bursa transfer musim panas 2008 menjadi tanda dimulainya era baru di Eastlands. Belum lagi dengan janji untuk merekrut megabintang dunia lainnya, seperti Kaka, yang dikabarkan ditawar sekitar £100 juta, jauh melampaui rekor transfer di bawahnya.

Rekor kemenangan terbesar dicetak saat mengalahkan Liverpool Stanley pada 1890 dengan skor 12-0, sementara kekelahan terbesar 1-9 diterima dari Everton pada 1906. Alan Oakes menjadi pemain dengan jumlah penampilan terbanyak, yaitu dalam 668 pertandingan ditambah empat dari bangku cadangan. Sementara Maine Road sempat dijejali 84.569 penonton saat menghadapi Stoke City pada Piala FA 1934, sekaligus sebagai rekor jumlah penonton terbanyak di stadion klub Inggris. 


http://www.goal.com/id-ID/news/1569/profil/2009/01/16/1063083/profil-manchester-city-klub-manchester-biru

resep makanan

Sup Kentang Dengan Keju Cheddar

 

 

 

 

 

 

Vemale.com - Lezatnya kentang tidak hanya bisa dinikmati melalui mash potato atau kentang goreng. Dalam sup yang creamy, kentang semakin menambah rasa gurih dan sedap yang akan menghangatkan malam Anda. Ditambah dengan keju cheddar, sup ini semakin berisi dan pasti memanjakan lidah Anda.

Bahan:

8     umbi  kentang ukuran sedang
60   gram  mentega
50   gram  tepung terigu
1,5  liter    susu cair
2     sdt    gel kaldu ayam
1/2  sdt    garam
1/4  sdt   merica
250 gram keju cheddar, diparut

Cara Memasak:

1. Kupas kentang dan rebus hingga lunak. Tiriskan, kemudian hancurkan kentang hingga halus.

2. Lelehkan mentega di wajan datar, tambahkan tepung dan masak sambil diaduk-aduk, dengan api kecil.

3. Tambahkan setengah susu ke dalam lelehan tepung, aduk rata.

4. Masukkan hancuran kentang dan sisa susu, aduk rata dan masak dengan api sedang hingga mendidih. Aduk terus agar tidak gosong.

5. Matikan api setelah mendidih, kemudian masukkan semua sisa bahan selagi masih panas. Aduk hingga rata

 

 

resep makanan

Kaastengels Bintang

 

 

 

 

 

 

Vemale.com - Berasal dari negeri kincir Angin Belanda, resep kue berbahan dasar keju ini selalu membuat lidah ingin merasakannya lagi dan lagi. Ternyata, kue keju yang renyah dan bergizi ini gampang cara membuatnya.
Bahan:
500 gram tepung terigu
25  gram tepung maizena
300 gram mentega
125 gram keju parmesan atau edam
125 gram keju parut
1   sdt baking powder
50 gram susu bubuk putih
2 butir kuning telur
2 sdm gula pasir
Bahan olesan:
3 butir kuning telur
keju parut secukupnya
Cara Membuat:
1. Kocok kuning telur, gula pasir serta mentega hingga mengembang
2. Tambahkan tepung terigu, tepung maizena, serta baking powder, kemudian uleni.
3. Masukkan keju, aduk dan uleni hingga adonan tercampur rata.
4. Cetak adonan dengan menggunakan cetakan bintang.
5. Susun di atas loyang yang sudah diolesi dengan mentega. Pulas dengan kuning telur dan taburi dengan keju.
6. Panggang di oven selama kurang lebih 20-25 menit (hingga warnanya berubah kuning kecokelatan dan matang).
Agar Kaastengels tetap renyah dan gurih, simpan di wadah tertutup.

http://www.vemale.com/kuliner/resep-makanan/12691-kaastengels-bintang.html

 

resep makanan

10 Menu Masakan Serba Ayam

 

 

 

 

 

 

Vemale.com - Resep berbahan dasar ayam, diracik dari bumbu-bumbu alami yang istimewa. Ada berbagai resep ayam yang bisa Anda coba, baik dari menu resep masakan internasional maupun resep masakan Indonesia. Semua mudah untuk dipraktekkan di dapur Anda.
Resep Ayam: Ayam Saus Kacang Ala Thailand
Masakan dari Negeri Gajah Putih memiliki kemiripan dengan masakan Indonesia. Bahan-bahan alam yang hampir mirip dan selera lidah yang hampir sama membuat banyak warga Indonesia yang melirik masakan Thailand sebagai buruan kuliner. Tak perlu jauh-jauh ke Thailand, karena hidangan yang satu ini bisa Anda olah langsung dari dapur Anda.
Resep Ayam: Mie Masak Ayam Szechuan
Dan siapa bilang sajian Ayam Szechuan tak bisa dimodifikasi dengan mie yang lezat dan kenyal? Mari kita coba menu Mie Masak Ayam Szechuan berikut ini.
Resep Ayam: Ayam Goreng Ala Jepang
Bosan dengan hidangan ayam goreng yang itu-itu saja? Sudah saatnya Anda beralih pada hidangan ayam goreng dari negeri Sakura. Perbedaan bumbu ayam goreng ini terletak pada penambahan kecap Jepang. Yuk masak sendiri ayam goreng ini, tidak sulit...
Resep Ayam: Nasi Ayam Bungkus Pisang
Tak hanya daunnya saja yang memberikan sensasi wangi mempesona, kulit pisang juga menambahkan sentuhan rasa yang khas pada makanan. Mari kita coba.
Resep Ayam: Ayam Goreng Masak Saus Lychee
Pada beberapa menu, lychee kerap menjadi salah satu bahan dalam masakan. Hmm... bagaimana rasanya ya? Kami hadirkan salah satu resep sederhana yang bisa Anda coba.
Resep Ayam: Ayam Bakar Madu Bango
Berkunjung ke festival Jajanan Bango, Sabtu (09/07) lalu, kami dibekali sebuah resep oleh chef Hendra. Ayam Bakar Madu Bango, dengan bahan sederhana dan langkah yang mudah, kenikmatan ayam bakar dapat dihidangkan di tengah keluarga. Mari intip resepnya...
Resep Ayam: Ayam Goreng Garing Bumbu Lengkap
Memasak ayam goreng yang garing dan bumbunya merasuk sampai ke dalam ada caranya. Simak resep berikut dan mari melenggang ke dapur di rumah.
Resep Ayam: Ayam Opor Kecombrang
Untuk resep masakan yang satu ini, sengaja kami pilih bagi Anda yang sedang menjalankan diet agar menu makanan tetap bisa bervariasi. Untuk: 10 potong, Kalori: 175 kkal, protein: 12 gr, karbohidrat: 16 gr, lemak: 5,7 gr
Resep Ayam: Ayam Panggang Keju Saus Apel
Ayam panggang dengan saus rendaman keju yang gurih, disiram dengan saus apel segar. Pasti lezat...
Resep Ayam: Gulai Ayam Pedas
Gemar menikmati menu Padang yang super lezat dan menggoda selera itu? Yuk coba hadirkan menu Padang ala Anda sendiri di rumah.
Nah, mana dari 10 resep masakan berbahan dasar ayam yang mau Anda coba terlebih dahulu? Jangan lupa bagikan resep ayam ini di akun Facebook Anda ya. Senangnya berbagi :)

 

resep makanan

Omelet Keju Jamur Tiram

 

 

 

 

 

 

 

Vemale.com - Anda penyuka omelet? Hidangan yang satu ini cocok untuk semua usia, dan banyak orang menyukainya karena praktis. Banyak bahan yang bisa dijadikan bahan pelengkap omelet, mulai dari sosis, daging asap, kornet bahkan sayur mayur seperti brokoli, wortel dan kentang. Tapi tidak hanya bahan-bahan itu yang bisa Anda jadikan bahan campuran omelet, jamur tiram juga tak kalah lezat. Apalagi ditambah parutan keju cheddar, nyum..

Bahan:

3 butir telur ayam, kocok lepas

100 gram jamur tiram, cuci bersih, peras airnya, potong sesuai selera

2 sdm parutan keju cheddar

1 batang daun bawang ukuran sedang, iris halus

Garam secukupnya

Merica secukupnya

Minyak zaitun secukupnya

Cara Membuat:
  1. Campur telur yang sudah dikocok dengan semua bahan.
  2. Panaskan minyak zaitun, tuang adonan, gunakan api sedang.
  3. Tunggu hingga bagian bawah omelet mengeras dan berwarna kecokelatan, balik.
  4. Lakukan hal yang sama, tunggu hingga bagian omelet berwarna kecokelatan dan matang, angkat omelet.
  5. Potong sesuai selera dan sajikan selagi hangat.

 

resep kue

Pancake Swedia

 

 

 

 

 

 

Vemale.com - Pancake.. siapa yang bisa menolak kelezatan kue yang satu ini. Dengan kemudahan saat mengolahnya, maka tak heran jika pancake bisa menjadi menu andalan saat sarapan. Plus.. Anda bisa memberi topping yang berbeda-beda setiap saat. Kali ini, ada satu pancake yang unik, Pancake Swedia. Tidak setebal pancake biasa, lebih mirip crepes tetapi dengan citarasa pancake yang lembut. Tambahkan topping sesuai dengan selera Anda, nyum..
Bahan:
175 gram tepung terigu
225 ml susu cair
4 butir telur ayam
3 sdm gula pasir
1/4 sdt garam
Topping sesuai selera Anda, bisa cokelat cair, selai blueberry, potongan strawberry atau whipped cream
Cara Membuat:
  1. Kocok tepung terigu, susu cair, telur, gula dan garam hingga tercampur rata.
  2. Panaskan wajan pancake, tuang adonan hingga membentuk lingkaran, tunggu hingga bagian atas memadat, kemudian balik dan masak hingga semua bagian matang.
  3. Ulangi proses nomor 2 hingga adonan habis.
  4. Anda bisa melipat pancake beberapa kali, lalu tuang topping yang Anda suka.
  5. Bisa juga Anda sajikan dengan menumpuk pancake berbentuk bulat hingga beberapa lapis lalu memberi topping di atasnya.
  6. Sajikan selagi hangat.

 

resep makanan

Kue Dadar Gulung

 

 

 

 

 

 

Vemale.com - Terkadang kangen juga ya dengan jajanan pasar seperti Dadar Gulung, misalnya. Warnanya segar hijau dan aroma pandannya mengundang selera. Nah, mengobati rasa rindu Anda, kami sajikan resep kue tradisional kali ini yang membahas resep dadar gulung.
Bahan Kulit:
100 gram tepung beras
20 gram tepung tapioka
1/2 sdt garam
300 cc santan
2 sdm air pandan suji
1/2 sdt air kapur sirih
1 butir telur ayam
Minyak untuk membuat dadar
Bahan Isi:
200 gram kelapa yang agak muda, diparut
50 gram gula pasir
1 sdm tepung ketan
1/2 sdt garam
2 lembar daun pandan
Cara Membuat:
1. Campurkan semua bahan isi dalam wajan dan masak dengan api kecil hingga matang dan tercampur rata.
2. Masukkan semua adonan bahan kulit, aduk hingga merata kemudian saring agar kulit dadar halus.
3. Panaskan teflon di atas api kecil, olesi dengan sedikit minyak kemudian tuang dadar dengan ketebalan yang sedang.
4. Angkat dadar dan ulangi adonan dadar hingga habis. Sisihkan dan biakan agak dingin.
5. Masukkan adonan isi ke dalam masing-masing dadar, kemudian gulung dan atur di atas piring saji.

 

resep makanan

Bubur Beras Merah Dan Almond

 

 

 

 

 

 

Vemale.com - Beras merah punya rasa yang khas, berbeda dengan beras putih. Rasa ini memungkinkan Anda untuk berkreasi menjadikannya berbagai menu yang menarik. Namun untuk santapan sehari-hari, ada baiknya kita mencari variasi olahan beras merah selain hanya ditanak saja dan dimakan seperti nasi biasa. Kali ini, beras merah menjadi santapan manis dengan gula merah dan susu kedelai.

Bahan :

125   gram   beras merah
500    ml      air
250    ml      susu kedelai
70     gram   gula merah
1       sdm    minyak zaitun
kenari, iris tipis
kismis, rendam dengan air panas agar empuk

Cara membuat:

1. Masak beras merah dengan cara direbus dengan api kecil dan ditutup, sambil sesekali diaduk. Masak hingga nasi terlihat lunak dan airnya habis.

2. Masukkan susu kedelai, gula merah dan minyak zaitun, aduk rata.

3. Masak lagi hingga airnya habis atau hingga kekentalan yang Anda inginkan.

4. Tempatkan dalam mangkok-mangkok kecil, taburi atasnya dengan irisan kenari dan kismis serta serutan gula


http://www.vemale.com/kuliner/resep-makanan/12806-bubur-beras-merah-dan-almond.html

resep makanan

Cara Membuat White Mayonnaise

 

 

 

 

 

 

Vemale.com - Anda penggemar gurih-asamnya rasa mayonaise? Potongan nugget, sosis, salad hingga rebusan wortel, bunga kol dan brokoli memang terasa lezat ketika dinikmati dengan saus emulsi yang creamy ini. Mayonaise di pasaran harganya cukup mahal, padahal membuatnya mudah dan bahan-bahannya pun sederhana.

Selain itu, mayonaise pada umumnya tinggi kalori dan tinggi lemak karena bahan utamanya adalah kuning telur dan minyak. Kini Anda bisa membuat mayonaise sendiri yang lebih sehat dengan mengganti kuning telur dengan bagian putihnya dan dengan menggunakan minyak sayur sebagai sumber lemaknya. Berikut ini resep membuat mayonaise putih.

Bahan:

Putih telur dari 2 butir telur ukuran sedang
200    ml    minyak sayur
2      sdm   cuka masak
1      sdt     garam
2      sdt     gula
2      sdt    bubuk mustard

Cara Membuat:

1. Pisahkan putih telur dari kuningnya dengan seksama. Sedikit saja tercampur kuning telur akan merusak warnanya.

2. Gabungkan putih telur, cuka, garam dan mustard di dalam blender. Blend hingga tercampur halus dan rata. Coba rasanya, tambahkan garam-gula-cuka dan mustard sesuai selera hingga dicapai rasa yang diinginkan.

3. Masukkan minyak sayur 1 sdt, blend dalam blender. Masukkan lagi 1 sdt dan blend, demikian berurutan hingga minyak habis atau hingga tercapai kekentalan yang diinginkan.

4. Masukkan mayonaise ke dalam botol selai yang bersih, tutup rapat dan simpan di dalam kulkas.

 

 

http://www.vemale.com/kuliner/resep-makanan/12978-cara-membuat-white-mayonnaise.html

resep makanan

Mashed Sweet Potatoes

 

 

 

 

 

Vemale.com - Anda tentu sudah mengenal mashed potato, kentang tumbuk dengan tambahan bumbu yang membuatnya semakin sedap untuk dimakan dengan steak dan penganan ala Barat lainnya. Ternyata tidak hanya kentang yang enak untuk diolah demikian, ubi manis pun juga bisa dan rasanya tidak kalah menarik. Dikutip dari Rachael Ray's recipe, berikut ini cara membuat mashed sweet potatoes.

Bahan:

6    umbi  ubi jalar kuning (ukuran sedang), dikupas, potong dadu
200  ml    susu cair
115 gram  mentega
200  ml    sirup mapel

Cara Membuat:

1. Didihkan air secukupnya untuk merebus ubi. Tambahkan garam di air tersebut agar cepat mendidih dan ubi lebih gurih.
2. Masukkan ubi saat air mendidih, dan rebus hingga lunak.
3. Angkat umbi, tambahkan mentega selagi panas.
4. Masukkan susu sedikit, kemudian lembutkan dengan mixer. Tambahkan lagi susu sedikit demi sedikit sambil terus dikocok dengan mixer hingga mencapai tekstur yang diinginkan.
5. Tambahkan sirup mapel, aduk rata dan sajikan selagi hangat.

 

resep kue

Banana Pie

 

 

 

 

 

 

 

Vemale.com - Kali ini, kita akan membuat pie berbahan dasar pisang. Menurut USDA nutrient database, pisang mengandung karbohidrat, energi, serat, protein, lemak, vitamin A, C dan B, kalsium, magnesium, serta kalium. Karena mengandung serat inilah, pisang seringkali dikonsumsi setelah makan untuk memperlancar pencernaan. Yuk intip resep kuenya.

Bahan kulit pie:

300 gram tepung terigu
150 gram icing sugar
150 gram mentega
1 butir kuning telurnya saja
50 ml air es

Bahan Filling:

1 buah pisang pisang raja (bila suka pisang kepok, jumlahnya bisa lebih dari 1), lumatkan
500 ml susu segar dingin
1 bungkus puding vanilla instant
1/2 sdt kayu manis bubuk
250 ml whipped cream
100 ml ice cream untuk topping

Cara Membuat:

1. Campurkan tepung terigu, mentega, icing sugar, telur dan air es. Aduk sampai adonan ini benar-benar tercampur rata.

2. Setelah adonan benar-benar rata, simpan di dalam freezer selama 20 menit.

3. Sembari menunggu adonan dingin, campurkan susu, puding instant, pisang yang telah dilumatkan, serta bubuk kayu manis. Aduk hingga merata. Masak di atas api kecil.

4. Keluarkan adonan, kemudian ratakan dengan pin roll hingga adonan pipih sesuai dengan selera. Panggang di dalam oven yang sudah dipanaskan selama kurang lebih 10 menit. Angkat dan sisihkan.

5. Isi kulit pie dengan filling, kemudian hias dengan topping whipped cream dan ice cream. Simpan di dalam lemari es kurang lebih 4 jam, sebelum pie disediakan.

Anda boleh menghiasnya dengan potongan pisang dan dan cokelat :) 

resep makanan

Udang Saus Pedas

 

 

 

 

 

Vemale.com - Bosan dengan udang goreng saus mentega? Hidangan udang yang satu ini bisa Anda coba, terutama jika Anda penyuka hidangan pedas. Jika Anda tak suka pedas, saus sambal bisa Anda ganti dengan saus tomat. Anda juga bebas memakai udang dengan kulit atau yang sudah dibersihkan.

Bahan:
250 gram udah ukuran sedang, cuci bersih dengan jeruk nipis agar tidak amis
5 siung bawang putih haluskan
3 siung bawang merah haluskan
1/2 bagian bawang bombay, iris memanjang
2 lembar daun jeruk
125 ml saus sambal botolan
Garam secukupnya
Merica secukupnya
Minyak goreng secukupnya
Air secukupnya

Cara Membuat
  1. Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus dan bawang bombay hingga harum.
  2. Tambahkan saus sambal botol, daun jeruk, garam, merica dan beri sedikit air jika terlalu kental. Aduk-aduk hingga tercampur rata.
  3. Masukkan udang, aduk-aduk hingga udang berubah warna dan matang.
  4. Angkat udang dan sajikan selagi hangat.